Minggu lalu kita telah membahas mengenai ide dasar design
grafis, dan tool design grafis baik manual ataupun digital. Kali ini kita akan
membahas mengenai peran perencanaan dan persiapan dalam design grafis.
Pelaksanaan tanpa perencanaan dan persiapan terkadang berakibat
fatal pada hasil akhir. Jika kita mempunyai ide design dan langsung menuju kepada
tahap pelaksanaan, maka besar kemungkinan hasil yang akan kita dapat adalah :
1.
Gagal karena kurangnya persiapan
2.
Berhasil tapi dengan hasil seala kadarnya
3.
Bagus karena skill dan keberuntungan
Tahap perencanaan dan persiapan dapat diasumsikan sebagai
salah satu tahapan paling penting sebelum tahap pelaksanaan. Bisakah kita
bayangkan seorang leonardo da vinci ketika dia mempunyai ide membuat lukisan
monalisa, kemudian dia langsung menuju tahap pelaksanaan? Dia langsung melukis
tanpa modelnya, dia lupa mempersiapkan kanvas bahkan dia lupa dimana dia menyimpan kuas. Apa
yang terjadi? Disinilah perencanaan dan persiapan berperan penting terhadap
hasil akhir yang akan kita dapatkan.
1.
Perencanaan
Pada tahap ini minimal kita mempunyai satu
baris kalimat yang berisi deskripsi “Tentang apa yang akan kita buat? Apa yang
akan kita lakukan?”. Lebih bagus lagi jika deskripsi tersebut berisi rencana
mendetail.
2.
Persiapan
Hal yang “mungkin” harus dipersiapkan
sebelum tahap pelaksanaan adalah:
a.
Tools
Tools adalah peralatan yang digunakan ketika tahap pelaksanaan, disini
kita harus sedetail mungkin dan seteliti mungkin dalam mempersiapkan tools,
karena jika kurang satu hal kecil saja bisa berakibat fatal. Contoh: bagaimana
jika kita membuat komik tanpa penghapus. Tools bisa dibedakan menjadi :
-
Digital :
Hardware Laptop, DSLR, mouse, pentab, dll. Software seperti Adobe Photoshop, Corel Draw,
3DS Max.
-
Manual : meja, kursi, pensil, pulpen, kanvas,
cat air, dll.
b.
Skill
Pada tahap ini bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tergantung
skill apa yang akan kita persiapkan dan dibutuhkan untuk mewujudkan ide design
kita. Jika kita belum mempunyai skill yang dibutuhkan ada baiknya kita menunda
dulu tahap pelaksanaan dan kita fokus mempersiapkan skill dengan cara belajar.
Atau mungkin kita mencari alternativ lain yaitu mengganti ide kita sesuai
dengan tingkat kemampuan kita. Contoh : pada awalnya kita mempunyai ide
mendesign model 3D mobil ferrari nan elegant menggunakan 3Dmax, akan tetapi
karena skill kita belum mencukupi, kita bisa mengganti ide menjadi “membuat
model gerobak 2D nan sederhana dan bersahaja menggunakan pensil warna.”
c.
Manage
Terakhir kita harus mengatur semua pada tempatnya. Semua harus teratur
dan seimbang. Dari alokasi waktu, jadwal mulai bekerja, jadwal istirahat,
tingkat stress, mood, tingkat kebugaran, sampai tata letak ruang kerja semua
harus diatur sedemikian rupa sebelum tahap pelaksanaan karena akan berpengaruh langsung
kepada pada hasil akhir. Kamar yang berantakan akan menghasilkan karya yang
berantakan(gw gak ngomongin muka ya).
Demikian dlu uraian singkat ini, apakah ada yang mau ditanyakan atau menambahkan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar